kopi-indonesia
28 Feb

SEJARAH KOPI INDONESIA

Dalam riwayat, kopi di Indonesia telah melalui perjalanan panjang dari pertama masuk sampai menyebar di pelosok nusantara. Beberapa literatur tua serta artikel-artikel yang sudah terlebih dulu membahas mengenai riwayat masuknya kopi ke Bumi Pertiwi mengatakan jika pada tahun 1696 Pemerintah Belanda membawa kopi dari Malabar, satu kota di India, ke Indonesia lewat Pulau Jawa.

Jalur itu tercatat di salah satunya arsip dari kongsi dagang/persekutuan dagang dari Pemerintah Hindia Timur Belanda, yang lebih diketahui dengan nama VOC (Vereenigde Oostindische Compagnie). Di tahun 1707, Gubernur Van Hoorn mendistribusikan bibit kopi ke Batavia, Cirebon, lokasi Priangan dan lokasi pesisir utara Pulau Jawa. Tanaman baru ini pada akhirnya sukses dibudidayakan di Jawa semenjak 1714-1715. Seputar 9 tahun lalu, produksi kopi di Indonesia telah demikian melimpah serta dapat menguasai pasar dunia. Bahkan juga saat itu jumlahnya export kopi dari Jawa ke Eropa sudah melewati jumlahnya export kopi dari Mocha (Yaman) ke Eropa.

Tidak cuma itu, bila kita memakai literatur menjadi salah satunya sumber untuk telusuri jalur riwayat kopi di Indonesia, kita juga bisa temukan rujukan mengenai perjalanan kopi di “Serat Centhini; Tembangraras-Amongrogo”. Dari karya sastra kuno fantastis ini, kita akan temukan implikasi yang tunjukkan masuknya kopi ke Indonesia lewat Jatinegara, lantas menyebar ke Tanah Priangan (Jawa Barat), sampai pada akhirnya penanaman kopi bisa diketemukan di hampir semua lokasi Indonesia dari mulai Sumatera, semua pulau Jawa, Bali, Sulawesi, Flores sampai Papua.

Jejak perubahan tanaman kopi di tanah air selalu bersambung sampai sekian tahun sesudahnya. Eduard Doues Dekker ikut membahas tentang desakan yang dihadapi oleh petani kopi dalam tulisannya, “Max Havelaar and the Coffee Auctions of the Dutch Trading Company”. Karya Doues Dekker ini turut bertindak dalam menolong merubah pendapat publik mengenai cultivate sistem.

Lantas di tahun 1920-an, perusahaan-perusahaan kecil-menengah yang berada di Indonesia mulai menanam kopi menjadi komoditas penting serta perkebunan-perkebunan kopi eks-pemerintah kolonial Belanda yang sejumlah besar ada di Pulau Jawa dinasionalisasi. Dengan perlahan-lahan serta teratur, Indonesia bertransformasi jadi sentral produksi kopi paling besar dalam dunia. Bahkan juga sekarang ini, salah satunya kota yang ada dibagian utara dari Pulau Sumatera, persisnya Dataran Tinggi Gayo yang ada di Aceh meneguhkan tempatnya menjadi sentral produksi kopi arabika dengan area tempat sangat luas se-Asia.

Runtutan urutan riwayat itu bila kita susuri dikit demi sedikit sampai akhir era 20 (1900-an) adalah satu basic kuat yang menempatkan Indonesia di tempat sekarang ini dalam dunia internasional melalui produksi komoditas kopi. Indonesia diketahui menjadi salah satunya negara penghasil kopi paling besar ke empat dalam dunia sesudah Brazil, Vietnam serta Kolombia, serta juga dikenal menjadi negara sebagai rujukan produksi kopi berkualitas baik.

Leave a Reply